Selasa, 15 Oktober 2013
Apa yang bisa kita bayangkan dari sebuah dorayaki? Apakah Doraemon? Apa
pula yang berkaitan dengan sebuah dorayaki. Panganan khas Jepang begitu
erat di telinga masyarakat kita. Namun sebaiknya kita perlu tahu seperti
apa bentuk, rasa dan asal-usul sebuah dorayaki itu tercipta. Bentuk
dorayaki menyerupai sebuah piring terbang (UFO), terdiri atas dua buah
pancake yang ditangkupkan jadi satu.
Pada dasarnya dorayaki original hanya memiliki satu sisi saja sedangkan
bentuknya yang sekarang menyerupai piring terbang telah diperkenalkan
pada tahun 1914 oleh Ueno Usagiya. Dorayaki memiliki keunikan pada
rasanya. Rasa manis yang khas tercipta dari campuran beberapa bahan
seperti kacang merah, gula pasir, dan susu cair. Adapun kulit dorayaki
sendiri terdiri dari tepung dan campuran beberapa bahan lain seperti
membuat adonan kue biasa.
Pembuatan dorayaki tidak sesulit yang dibayangkan. Yang dibutuhkan
hanyalah beberapa bahan dasar pembuatan adonan untuk kulitnya, bahan
untuk isi dorayaki itu sendiri, dan keberanian untuk membuatnya.
Dorayaki (どらやき。銅鑼焼き、ドラ焼き, Dorayaki?)
adalah kue yang berasal dari Jepang. Dorayaki termasuk ke dalam golongan
kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit tembam,
terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah.
Dorayaki memiliki tekstur yang lembut dan mirip dengan kue Jepang yang
disebut Kastela karena adonan yang mengandung madu.
Di Indonesia, makanan penganan ini mulai diperkenalkan di Indonesia
bersamaan dengan anime Doraemon. Tokoh robot Doraemon mempunyai
kegemaran makan kue dorayaki. Dorayaki yang dijual di toko kue di
Indonesia rasanya sudah disesuaikan dengan selera lokal seperti dorayaki
berisi campuran coklat dan keju. Dorayaki juga dikenal di Indonesia
dengan sebutan Obanyaki.
Di Jepang, Obanyaki lebih dikenal dengan nama Imagawayaki (今川焼き,
Imagawayaki?). Walaupun Obanyaki mempunyai bentuk yang hampir sama
dengan Dorayaki, kue Obanyaki lebih tebal dibandingkan dengan Dorayaki.
Obanyaki juga biasanya dipanggang di depan pembeli sedangkan Dorayaki
sudah dipanggang sebelumnya dan dijual dalam kemasan.
Asal-usul
Pada mulanya, Dorayaki hanya terdiri dari satu lembar kue bundar dengan
pinggiran yang dilipat sedikit hingga berbentuk segi empat. Di bagian
tengah kue diberi selai kacang yang disebut azuki.Pada tahun 1914, kue
Dorayaki yang terdiri dari dua lembar diperkenalkan oleh perusahaan kue
Usagiya dengan menggunakan adonan yang mirip adonan Kastela. Dorayaki
yang terdiri dari dua lembar kue dan berbentuk bundar kemudian menjadi
populer di seluruh Jepang.Menurut cerita yang bisa dipercaya, kue
dinamakan Dorayaki karena bentuknya yang mirip gong (bahasa
Jepang:dora).
Menurut cerita lain, pendekar bernama Saito Musashibo Benkei adalah
pencipta Dorayaki. Benkei menderita luka dan harus dirawat di rumah
penduduk. Setelah sembuh, Benkei memanggang adonan dari campuran air dan
tepung terigu di atas gong. Hasilnya berupa kue bundar berisi selai
kacang kemudian diberikan kepada orang yang merawatnya sebagai ucapan
terima kasih. Masih ada beberapa cerita lain tentang asal-usul Dorayaki
sehingga sulit memastikan cerita mana yang paling benar.
7 alasan mengapa Doraemon menyukai Dorayaki
1. Manis, karena dorayaki terbuat dari 2/3 sendok gula dan 340 gram anko.
2. Teksturnya yang lembut membuat Doraemon selalu berliur jika melihatnya.
3. Mirip dengan kue Jepang yang disebut Kastela karena adonannya mengandung madu.
4. Dalam keadaan panas, ternyata Dorayaki bisa menjadi penghagat jiwa yang beku.
5. Bentuknya lucu seperti Gong, yang dalam bahasa jepang dapat diartikan sebagai Dora.
6. Harumnya yang mengundang selera membuat Dorayaki tidak bisa bersembunyi dari Doraemon.
7. Dorayaki dijadikan sebagai ucapan kasih oleh pendekar Saito Musashibo Benkei.
Berikut Adalah Cara Membuat Dorayaki
Bahan:
1. 100 gr tepung terigu
2. 2 sdm gula pasir
3. 1 sdm madu
4. 1/2 sdt garam
5. 3 btr telur
6. 75 ml susu cair
7. 1 sdt margarin untuk mengoles
Isi:
1. 100 gr kacang merah
2. 3 sdm gula pasir
3. 150 ml susu cair
Cara membuat :
1. Campur gula pasir, madu, telur dan garam, kocok hingga kental,
tambahkan tepung terigu dan susu cair sedikit demi sedikit, aduk rata.
2. Panaskan cetakan dorayaki atau wajan anti lengket diameter 8 cm, oles wajan dengan margarin.
3. Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 tinggi
cetakan, biarkan hingga permukaannya berlubang lubang, tutup cetakan,
masak hingga bagian bawah berwarna kecokelatan. Angkat.
4. Buat isi: rebus kacang merah hingga lunak, angkat, tiriskan,
haluskan. Masak kembali hingga kental, masukkan susu cair dan gula
pasir, masak hingga kental, angkat.
5. Oles bagian permukaan dorayaki dengan isi hingga rata, tutup dengan dorayaki lagi, sajikan.
